Categories
Uncategorized

Kuliner Tradisional yang Mulai Jarang Dijual dan Kini Banyak Dicari

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan kuliner beragam. Hampir di setiap daerah memiliki kuliner khas yang tidak akan ditemui di wilayah lainnya. Makanan khas ini menjadi ciri dan jati diri sebuah masyarakat. Namun, seiring berkembangnya jaman dan waktu, banyak makanan khas atau tradisional mulai ditinggalkan. Entah karena prosesnya lama dan ribet atau karena rasanya tidak lagi sesuai dengan selera anak masa kini.

Makanan Tradisional yang Mulai Diminati Kembali

Jaman dahulu, banyak makanan tradisional yang pembuatannya cukup rumit. Semua proses masih dilakukan dengan cara manual. Bahkan beberapa diantaranya ada yang memakan proses panjang namun tidak benar-benar menghasilkan cita rasa lezat. Hanya saja, masyarakat jaman dahulu lebih mempertimbangkan nilai dan filosofi dari pada hanya sekedar rasa.

Salah satu contohnya adalah kue tetel. Kue ini bukan sejenis kue yang menarik dan banyak diminati. Terbuat dari beras ketan yang ditumbuk sampai halus hingga membentuk adonan yang kalis. Anak muda sekarang ini pasti banyak yang tidak tahu bagaimana rasa kue tetel. Namun, ada alasan dibalik pembuatan kue ini yaitu proses kerjasama dan gotong royong dalam membuatnya.

makanan tradisional mulai jarang ditemui

Baca: https://zonacetakbandung.com/jasa-cetak-kemasan/

Terlepas dari itu semua, ternyata ada banyak makanan tradisional yang hingga kini masih bertahan dan banyak dicari. Berikut ini adalah contoh-contohnya.

  • Lupis

Lupis adalah kuliner tradisional Jawa yang terbuat dari beras ketan. Umumnya lupis dibentuk seperti lontong atau berbentuk segitiga. Cara mengonsumsinya adalah disajikan dengan parutan kelapa muda serta disiram kuah gula aren. Dahulu, lupis dijual di pasar-pasar tradisional. Anda mungkin menemui penjual lupis dengan berbagai macam makanan tradisional lainnya seperti cenil, ongol-ongol, gathot dan lain sebagainya.

  • Klepon

Jajanan tradisional ini juga cukup jarang ditemui sekarang ini. Makanan berbentuk bulat berbalut parutan kelapa ini memiliki isian gula aren di dalamnya. Ketika Anda menggigit klepon, gula aren cair akan mengalir keluar. Hal inilah yang menjadi daya tarik klepon.

Klepon masih dipertahankan di beberapa daerah. Salah satu contohnya adalah kota Pasuruan. Kota ini disebut juga dengan kota klepon. Klepon siap makan tersedia dalam kemasan makanan kertas yang bisa Anda dapatkan di pedagang oleh-oleh khas Pasuruan.

  • Urap-urap

Urap-urap adalah makanan terbuat dari berbagai macam bahan sayuran dengan bumbu kelapa diurap. Sayuran yang digunakan biasanya adalah kecambah, daun singkong, daun kenikir, daun pepaya, kacang panjang dan lain sebagainya. Belakangan ini, agak susah mencari pedagang urap-urap. Makanan yang satu ini mengandung serat tinggi karena bahan utamanya adalah sayuran. Sangat cocok untuk disantap pada pagi atau siang hari karena rasanya segar dan gurih.

  • Thiwul

Thiwul adalah makanan pokok orang jaman dahulu, khususnya pada masa penjajahan. Beras merupakan makanan mewah bagi masyarakat kala itu. Untuk menggantikan asupan karbohidrat, mereka mengolah singkong menjadi makanan pokok dan lahirlah tiwul. Makanan ini bisa dibilang sebagai pengganti beras.

Belakangan ini, thiwul juga sangat jarang ditemui. Bahkan hampir tidak ada lagi penjual thiwul di pasar tradisional. Namun jika Anda ingin bernostalgia memakan makanan yang satu ini, ada thiwul kemasan yang bisa Anda dapatkan di beberapa toko oleh-oleh. Makanan tradisional merupakan peninggalan yang seharusnya dilestarikan. Berbagai makanan tersebut bisa diolah dan dikreasi sedemikian rupa supaya tampil lebih menarik dan kembali diminati. Sayang sekali jika makanan tradisional ini sampai musnah dan tidak ada lagi yang bisa membuatnya. Oleh sebab itu, jika Anda menemukan seorang pedagang makanan tradisional, jangan lupa untuk mampir dan mencobanya ya sobat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *