Categories
Uncategorized

Langkah Mudah Budidaya Cengkeh Agar Cepat Panen

Tanaman cengkeh, yang dibudidayakan oleh beberapa petani di Kabupaten Buleleng, masih belum sempurna.

Menurut pengamatan Spesialis Penyuluh Pertanian di wilayah Perkebunan Distan Buleleng, Ketut Sumantia, SP, tanaman cengkeh di Kabupaten Buleleng tidak sepenuhnya terawat. Hasil survei menunjukkan:

Langkah Mudah Budidaya Cengkeh Agar Cepat Panen

(Sebuah). Petani mencapai pemupukan cengkeh hanya 35 persen, yang terbatas pada metode pemberian dosis untuk pemupukan.

Jika pembuahan ini tidak dilakukan dan dosisnya dikurangi, tanaman cengkeh mudah terinfeksi oleh hama, sehingga produksinya menurun secara dramatis.

Berat dan kualitas cengkeh tidak sempurna. Produksi cengkeh selalu berfluktuasi, terkadang tinggi, kadang rendah. Tanaman cengkeh lemah. Dengan pemupukan yang tepat, 10 hingga 15 persen dari total omset serikat besar digunakan di kebun itu sendiri. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik.

(B) Petani yang membuat rorak yang tepat hanya mencapai 17 persen.

Rorak / Dead Hole dibuat sepanjang tahun. Fungsi utama Rorak adalah mengambil daun cengkeh. Daun cengkeh adalah musuh alami sebagai jamur akar putih, karena apa yang daun cengkeh mengandung adalah zat eugenol, yang mampu membunuh jamur di tanah.

Sistem pembuatan di sekitar pabrik, dalam arti bahwa lubang dibuat di luar kanopi, yaitu ditempatkan di sisi utara, membiarkan Rorak terbuka selama 1-2 minggu. Jika 2 minggu yang lalu, maka ditutupi dengan sampah / daun. Ukuran Rorak sudah benar, 40 * 40 (panjang, lebar), sedangkan panjangnya sesuai dengan keadaan.

(c) Petani hanya mencapai 30 persen dalam pencegahan dan pemberantasan hama yang memengaruhi cengkeh.

Langkah-langkah perlindungan benar-benar memainkan peran penting karena pengamatan perlu diketahui lebih cepat.

(d) Menanam empon-empon di bawah dan di sekitar tanaman cengkeh baru mencapai 12 persen.

Empon2 adalah musuh alami jamur akar putih.

(e) Kotoran Tricoderma + hewan tidak diberikan ketika menanam benih cengkeh.

(f) Pengamatan cengkeh jarang dilakukan.

Jika Anda ingin menjaga cengkih yang sehat dan ingin mencapai usia 100 tahun, peningkatan produksi, bebas hama dan penyakit, lakukan hal berikut:

– Lakukan pengamatan sesering mungkin.

– Berikan pupuk sesuai anjuran

– Buat sepanjang tahun.

– Tanam karyawan2 di bawah anyelir.

– Gunakan Tricoderma jika Anda ingin menanam.

Semua penentuan ini harus dilakukan oleh petani anyelir.

Ini dikomunikasikan oleh PPS Distan selama rehabilitasi Monev anyelir di Bukitbuahan, Desa Tajun, Kabupaten Kubutambah.

Teknik penanaman anyelir di Bantaeng dan Bulukumba

Bibit cengkeh pertama yang ditanam oleh petani di Bantaeng dan Bulukumba adalah spesies Borong yang diperkenalkan oleh PT Sulawesi.

Jenis ini memiliki batang pendek dan besar. Pada tahun 1972 jenis Zanzibar, Si Kotok dan Si Putih muncul, yang diperkenalkan oleh Departemen Pertanian dan kemudian dikembangkan oleh pemerintah kota.

Pada saat itu, benih jenis ini dijual kepada petani dengan kisaran harga Rp 10.000,00 – Rp 15.000,00 per 2.000 benih (satu kotak). Menurut petani, cengkeh dari Kementerian Pertanian berasal dari Bogor.

Jenis anyelir lain yang dibawa oleh pedagang seperti Ambon dan Manado juga sudah menyebar di Bulukumba, tetapi kualitasnya tidak bagus dan justru merusak pertumbuhan jenis anyelir lain ketika ditanam berdampingan.

Berbekal pelatihan dari PT Sulawesi, petani anyelir di Bantaeng dan Bulukumba menanam benih cengkeh dengan lubang tanam 30 cm x 30 cm dan kedalaman hingga 1 m. Jarak tanam yang ideal adalah 7 mx 7 m, tetapi ada juga yang menggunakan jarak 5 m x 5 m.

Menurut Karaeng Gusung, jarak tanam 5 mx 5 m pada awalnya sangat baik untuk produksi cengkeh, tetapi kemudian produksi terus menurun dan bahkan dihentikan hingga maksimum 8 kali produksi.

Ini terjadi karena sentuhan mahkota tanaman, sehingga ada potensi untuk berdebat tentang sinar matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *