Categories
Uncategorized

Tata Cara Haji Lengkap dan Panduan Pelaksanaannya

Haji menjadi rukun Islam terakhir yang harus diupayakan untuk dilaksanakan oleh umat muslim. Ibadah ini memang tidak bersifat wajib bagi orang yang tidak mampu, namun semua umat islam pasti akan berusaha keras untuk melaksanakannya. Agar supaya pelaksanaan ibadah haji bisa lancar dan diterima sebagai amal ibadah, kita harus benar dalam melakukan semua urutan dan setiap aktifitasnya. Itulah mengapa penting untuk mengetahui dan mempelajari tata cara haji yang benar sesuai dengan tuntunan Rasul.

Tata Cara Haji dan Panduan Singkatnya

Selayaknya ibadah lain seperti puasa, zakat dan shalat, ibadah haji pun memiliki tata cara yang harus dipatuhi. Sebelum berangkat ke tanah suci, tata cara haji ini sebaiknya dipelajari dan diperdalam agar nantinya ibadah haji bisa lancar. Berikut ini panduan singkat untuk mengetahui ritual ibadah haji secara menyeluruh, diantaranya adalah :

  • Melakukan Persiapan

Yang harus dipersiapkan dalam ibadah haji adalah pakaian ihram. Pakaian ihram untuk laki-laki adalah dua lembar kain putih yang lebar. Lembar pertama untuk menutup bagian bawah sedangkan lembar kedua untuk menutup tubuh bagian atas.

Laki-laki tidak diperkenankan menggunakan pakaian dalam atau pakaian apapun yang membentuk lekuk tubuh. Untuk perempuan, pakaian ihram harus menutupi seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Pakaiannya harus longgar atau tidak ketat.

  • Melakukan Ihram di Hari Tarwiyah

Ihram adalah berucap niat yang bisa dimulai pada hari ke delapan Dzulhijjah atau disebut dengan hari tarwiyah. Di hari tarwiyah ini, orang yang akan melakukan ibadah haji memperbanyak minum sebagai persiapan ibadah selanjutnya. Mereka mengucapkan ihram atau niat untuk melakukan ibadah haji.

  • Mengucapkan Kalimat Talbiyah
kalimat talbiyah

Ini adalah kalimat talbiyah yang mulai diucapkan setelah melakukan ihram. Kalimat ini terus menerus dibaca bahkan di beberapa kesempatan harus dengan suara keras. Membaca kalimat ini terus dilakukan sampai kegiatan melempar jumrah di hari Qurban.

  • Bermalam di Mina

Kegiatan selanjutnya adalah bermalam di Mina. Ini dilakukan pada malam sebelum melakukan wukuf di Arafah. Di sini, Anda disunnahkan untuk melakukan shalat wajib dengan di qashar. Di waktu-waktu luang, Anda bisa berdoa, membaca Al Quran dan kegiatan bermanfaat lainnya.

  • Wukuf di Arafah

Jamaah akan berangkat ke Arafah dari Mina untuk melaksanakan wukuf. Pelaksanaannya adalah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf dilaksanakan mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Pada waktu tersebut, disarankan pada jamaah untuk memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah.

  • Bermalam di Muzdalifah

Setelah wukuf di Arafah, jamaah baru boleh meninggalkan Arafah setelah matahari benar-benar tenggelam. Jamaah akan melaksanakan shalat Maghrib dan isya di Muzdalifah dalam satu waktu secara Jama’ Qashar. Waktu bermalam di Muzdalifah adalah sampai terbit fajar keesokan harinya.

  • Melempar Jumrah di Hari Raya

Jamaah diwajibkan untuk melempar jumrah Aqabah secara berurutan dengan menggunakan tujuh batu kerikil. Sambil melemparkan kerikil, jamaah harus berdoa dan mengangkat tangan.

  • Menyembelih Hadyu

Menyembelih Qurban tidak harus dilakukan di Mina. Hewan yang disembelih boleh kambing atau sapi. Bagi yang tidak mampu menyembelih Hadyu, diperbolehkan menggantinya dengan berpuasa.

  • Thawaf di Ka’bah

Thawaf di Ka’bah adalah berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali putaran. Setelah itu, disunnahkan untuk melakukan shalat dua rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim atau jika tidak memungkinkan bisa dilakukan di manapun dalam Masjidil haram.

  1. Sa’i

Sa’i adalah berjalan sebanyak 7 kali perjalanan bolak balik dari Shafa ke Marwah dan sebaliknya. Perjalanan ini sama dengan yang dilakukan saat umroh.

  1. Tahalul atau Mencukur Rambut

Hal selanjutnya yaitu mencukur rambut atau beberapa helainya.

  1. Bermalam di Mina pada Hari Tasyrik

Selanjutnya, Jamaah akan kembali bermalam di Mina pada malam 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

  1. Melempar Jumrah pada Hari Tasyrik

Jamaah harus melempar jumrah yaitu ula, wustha, aqabah pada hari-hari tasyrik setelah tergelincirnya matahari. Setiap jumrah harus dilempar sebanyak 7 batu kerikil. Jadi setiap hari harus membawa setidaknya 21 batu kerikil.

  1. Thawaf Wada’

Ini adalah prosesi terakhir  sebelum Anda meninggalkan Mekkah. Jamaah harus melakukan putaran sebanyak 7 kali mengelilingi Ka’bah dan diakhiri dengan shalat di belakang makam Ibrahim. Itulah rangkaian dan tata cara haji yang wajib diketahui. Jika Anda berniat untuk melaksanakan ibadah ini, sejak jauh-jauh hari Anda sudah harus mempelajari setiap tata caranya. Hal ini akan mempermudah Anda dalam menjalani rangkaian prosesi ibadah haji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *